Selasa, 15 April 2014

HAKIKAT BAHASA DAN BELAJAR BAHASA




HAKIKAT BAHASA DAN BELAJAR BAHASA
 

Materi Pokok
  1. Hakekat Bahasa
  1. Pengertian Bahasa
Kita sebagai manusia selalu ingin berinteraksi dengan yang lain baik  secara lisan maupun secara tertulis. Dalam berinteraksi tersebut manusia tentu menggunakan alat, sarana atau media. Alat yang digunakan sebagai media berinteraksi adalah bahasa. Bahasa atau language (bahasa Inggris)  yang asalnya dari bahasa Latin  yang berarti “Lidah.” Kita tahu bahwa alat ucap yang paling dominan digunakan dalam ujaran adalah lidah. Berdasarkan itulah kita bisa mengartikan bahasa secara universal, yakni  suatu bentuk ungkapan  yang bentuk dasarnya ujaran.  Ujaran inilah yang membedakan  manusia dengan makhluk lain karena dengan ujaran ini manusia bisa  mengungkapkan  hal yang nyata  atau tidak, dsb.
Bahasa sebagai alat komunikasi mengandung  beberapa sifat, yakni, sistematik, manasuka, ujar, manusiawi, dan komunikatif.
a)      Sistematik, disebut ini karena  bahasa diatur oleh sistem. Setiap bahasa mengandung dua sistem, yakni sistem bunyi dan sistem makna Bunyi merupakan sesuatu yang  yang bersifat fisik yang dapat ditangkap oleh panca indra kita. Bunyi yang menimbulkan reksi inilah yang disebut ujaran. Setiap arus ujaran dapat menjadi lambang tergantung pada komitmen masyarakatnya. Setiap kelompok masyarakat bahasa baik kecil maupun besar secara konvensional telah menyepakati bahwa setiap struktur bunyi tertentu memiliki arti tertentu pula.
b)      Manasuka, dikatakan manasuka  karena unsur-unsurbahasa dipilih secara acak tanpa dasar. Tidak ada hubungan logis antara bunyi dan makna yang disimbolkannya. Sebagai contoh mengapa manusia yang baru lahir disebut bayi bukan disebut remaja.
c)       Ujaran, dikatakan ujaran   karena media bahasa yang terpenting adalah bunyi walaupun kemudian  ditemui juga media tulisan.
d)      Manusiawi, dikatakan manusiawi karena bahasa  menjadi berfungsi  selama manusia  yang memanfaatkannya, bukan makhluk lainnya.
e)      Komunikatif, bahasa sebagai alat komunikasi karena fungsi bahasa sebagai penyatu keluarga, masyarakat, dan bangsa dalam segala kegiatan.
Perhatikan bagan berikut ini!
Suku kata

Bahasa

Bentuk (arus ujaran)

Makna morfemis

Makna sintaksis

Makna leksikal

Makna (isi)

Bahasa
segmental

Bahasa Suprasegmental

Wacana

Paragraf

kalimat

wacana

klausa

Frasa

kata

morfem

Keterangan:
Unsur suprasegmental terdiri atas intonasi. Unsur-unsur intonasi adalah: tekanan (keras, lembut, ujaran), nada (tinggi, rendah ujaran) durasi (panjang pendek waktu pengucapan) perhentian ( yang membatasi arus ujaran).

fonem
  1. Fungsi Bahasa
Fungsi bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yakni  bahasa sebagai alat komunikasi dan bahasa  sebagai bahasa nasional.
Bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi sebagai berikut.
1)      Fungsi informasi, yaitu  untuk menyampaikan informasi timbal balik  antaranggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat. Berita, pengumuman, petunjuk pernyataan lisan  ataupuntulisan melalui media  massa  ataupun elektronik meruapakan wujud fungsi bahasa sebagai fungsi informasi.
2)      Fungsi ekspres dirii , yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan, emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembicara.
3)      Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuikan dan membaurkan diri dengan  anggota masyarakat. Melalui bahasa seseorang  anggota masyarakat  sedikit demi sedikit  belajar adat istiadat, kebudayaan, pola hidup,  perilaku dan etika masyarakat.
4)      Fungsi kontrol sosial, bahasa berfungsi untuk mempengaruhi  sikap dan pendapat  orang lain. Apabila fungsi ini berlaku dengan baik maka  semua kegiatan sosial  akan berlangsung  dengan baik pula.  Sebagai contoh  pendapat seorang tokoh masyarakat akan didengar  dan ditanggapi dengan  tepat apabila  ia dapat menggunakan bahasa yang komunikatif dan persuasif.
Bahasa Indonesia sebagai bahsa nasional mempunyai fungsi khusus yang sesuai dengan kepentingan bangsa Indonesia. Fungsi tersebut adalah:
1)      Alat untuk menjalankan administrasi negara. Fungsi ini terlihat dalam surat-surat resmi, surat keputusan, peraturan dan perundang-undangan, pidato dan pertemuan resmi.
2)      Alat pemersatu berbgai suku yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda.
3)      Wadah penampung kebudayaan. Semua ilmu pengethuan dan kebudayaan harus diajarkan dan diperdalam dengan mempergunakan  bahasa Indonesia sebagai medianya.
  1. Ragam Bahasa
Ragam bahasa  di bidang wacana dapat dibedakan menjadi:
1)      Ragam ilmiah, yaitu bahasa yang digunakan dalam kegiatan ilmiah, ceramah, tulisan-tulisan ilmiah.
2)      Ragam populer, yaitu bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari dan dalam tulisan populer.
Ragam bahasa menurut sarana:
1)      Ragam lisan, ragam ini diperjelas dengan intonasi, tyaitu tekanan, nada, tempo suara, dan perhentian.
2)      Ragam tulisan, ragam ini dipengaruhi oleh bentuk, pola kalimat, dan tanda baca.
Ragam bahasa dari sudut pendidikan dapat dibagi atas:
1)      Ragam baku, ragam ini menggunakan kaidah bahasa yang lebih lengkap dibandingkan dengan ragam tidak baku. Ciri ragam bahasa baku adalah (a) memiliki sifat kemantapan dinamis artinya konsisten dengan kaidah dan aturan yang tetap, (b) memiliki sifat kecendekiaan, (3) bahasa baku  dapat mengungkapkan penalaran atau pikiran yang teratur, logis dan masuk akal.
2)      Ragam tidak baku, ragam ini  menggunakan bahasa yang tidak konsisten karena menggunakan kaidah yang sering berubah-ubah.
  1. Belajar Bahasa
Belajar harus melalui proses  yang relatif terus-menerus dijalani dari  berbagai pengalaman. Pengalaman inilah yang membuahkan hasil  yang disebut belajar. Selain itu, belajar  merupakan kegiatan yang kompleks. Artinya di dalam proses belajar terdapat berbagai kondisi yang dapat menentukan keberhasilan belajar.  Faktor yang mempengaruhi   keberhasilan belajar adalah berbagai kondisi  yang berkaitan dengan proses belajar yakni kondisi eksternal dan kondisi internal.
Keterampilan yang paling sederhana  adalah:
1)      Tahap pertama adalah keterampilan mekanis berupa hafalan atau ingatan.
2)      Tahap kedua adalah pengetahuan berupa demonstrasi pengetahuan  tentang fakta kaidah tentang bahasa yang dipelajari.
3)      Tahap ketiga adalah keterampilan transfer. Murid menggunakan pengetahuan dalam situasi baru.
4)      Tahap keempat adalah komunikasi. Penggunaan bahasa yang dipelajari  sebagai sarana komunikasi.
5)      Tahap kriti, kemampuan manganlisis dan mengevaluasi karangan atau karya tulis maupun lisan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar