HAKIKAT
BAHASA DAN BELAJAR BAHASA
Materi Pokok
- Hakekat Bahasa
- Pengertian Bahasa
Kita sebagai manusia selalu ingin
berinteraksi dengan yang lain baik secara lisan maupun secara tertulis.
Dalam berinteraksi tersebut manusia tentu menggunakan alat, sarana atau media.
Alat yang digunakan sebagai media berinteraksi adalah bahasa. Bahasa atau
language (bahasa Inggris) yang asalnya dari bahasa Latin yang
berarti “Lidah.” Kita tahu bahwa alat ucap yang paling dominan digunakan dalam
ujaran adalah lidah. Berdasarkan itulah kita bisa mengartikan bahasa secara
universal, yakni suatu bentuk ungkapan yang bentuk dasarnya ujaran.
Ujaran inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lain karena dengan
ujaran ini manusia bisa mengungkapkan hal yang nyata atau
tidak, dsb.
Bahasa sebagai alat komunikasi
mengandung beberapa sifat, yakni, sistematik, manasuka, ujar,
manusiawi, dan komunikatif.
a)
Sistematik, disebut ini karena bahasa diatur oleh sistem. Setiap bahasa
mengandung dua sistem, yakni sistem bunyi dan sistem makna Bunyi merupakan
sesuatu yang yang bersifat fisik yang dapat ditangkap oleh panca indra
kita. Bunyi yang menimbulkan reksi inilah yang disebut ujaran. Setiap arus
ujaran dapat menjadi lambang tergantung pada komitmen masyarakatnya. Setiap
kelompok masyarakat bahasa baik kecil maupun besar secara konvensional telah
menyepakati bahwa setiap struktur bunyi tertentu memiliki arti tertentu pula.
b)
Manasuka, dikatakan manasuka karena unsur-unsurbahasa dipilih secara acak
tanpa dasar. Tidak ada hubungan logis antara bunyi dan makna yang
disimbolkannya. Sebagai contoh mengapa manusia yang baru lahir disebut bayi
bukan disebut remaja.
c)
Ujaran, dikatakan ujaran karena media bahasa yang terpenting adalah
bunyi walaupun kemudian ditemui juga media tulisan.
d)
Manusiawi, dikatakan manusiawi karena bahasa menjadi berfungsi
selama manusia yang memanfaatkannya, bukan makhluk lainnya.
e)
Komunikatif, bahasa sebagai alat komunikasi karena fungsi bahasa sebagai
penyatu keluarga, masyarakat, dan bangsa dalam segala kegiatan.
Perhatikan bagan berikut ini!
|
Suku kata
|
|
Bahasa
|
|
Bentuk (arus ujaran)
|
|
Makna morfemis
|
|
Makna sintaksis
|
|
Makna leksikal
|
|
Makna (isi)
|
|
Bahasa
segmental
|
|
Bahasa Suprasegmental
|
|
Wacana
|
|
Paragraf
|
|
kalimat
|
|
wacana
|
|
klausa
|
|
Frasa
|
|
kata
|
|
morfem
|
|
Keterangan:
Unsur suprasegmental
terdiri atas intonasi. Unsur-unsur intonasi adalah: tekanan (keras,
lembut, ujaran), nada (tinggi, rendah ujaran) durasi (panjang
pendek waktu pengucapan) perhentian ( yang membatasi arus ujaran).
|
|
fonem
|
- Fungsi Bahasa
Fungsi bahasa Indonesia dapat dikelompokkan
menjadi dua bagian yakni bahasa sebagai alat komunikasi dan bahasa
sebagai bahasa nasional.
Bahasa sebagai alat komunikasi
memiliki fungsi sebagai berikut.
1) Fungsi
informasi, yaitu untuk menyampaikan informasi timbal balik
antaranggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat. Berita, pengumuman,
petunjuk pernyataan lisan ataupuntulisan melalui media massa
ataupun elektronik meruapakan wujud fungsi bahasa sebagai fungsi informasi.
2) Fungsi
ekspres dirii , yaitu untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan, emosi
atau tekanan-tekanan perasaan pembicara.
3) Fungsi
adaptasi dan integrasi, yaitu untuk menyesuikan dan membaurkan diri
dengan anggota masyarakat. Melalui bahasa seseorang anggota
masyarakat sedikit demi sedikit belajar adat istiadat, kebudayaan,
pola hidup, perilaku dan etika masyarakat.
4) Fungsi
kontrol sosial, bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan
pendapat orang lain. Apabila fungsi ini berlaku dengan baik maka
semua kegiatan sosial akan berlangsung dengan baik pula.
Sebagai contoh pendapat seorang tokoh masyarakat akan didengar dan
ditanggapi dengan tepat apabila ia dapat menggunakan bahasa yang
komunikatif dan persuasif.
Bahasa Indonesia sebagai bahsa
nasional mempunyai fungsi khusus yang sesuai dengan kepentingan bangsa
Indonesia. Fungsi tersebut adalah:
1)
Alat untuk menjalankan administrasi negara. Fungsi ini terlihat dalam
surat-surat resmi, surat keputusan, peraturan dan perundang-undangan, pidato
dan pertemuan resmi.
2)
Alat pemersatu berbgai suku yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang
berbeda-beda.
3)
Wadah penampung kebudayaan. Semua ilmu pengethuan dan kebudayaan harus
diajarkan dan diperdalam dengan mempergunakan bahasa Indonesia sebagai
medianya.
- Ragam Bahasa
Ragam bahasa di bidang wacana
dapat dibedakan menjadi:
1)
Ragam ilmiah, yaitu bahasa yang digunakan dalam kegiatan ilmiah, ceramah,
tulisan-tulisan ilmiah.
2)
Ragam populer, yaitu bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari dan
dalam tulisan populer.
Ragam bahasa menurut sarana:
1)
Ragam lisan, ragam ini diperjelas dengan intonasi, tyaitu tekanan, nada, tempo
suara, dan perhentian.
2)
Ragam tulisan, ragam ini dipengaruhi oleh bentuk, pola kalimat, dan tanda baca.
Ragam bahasa dari sudut pendidikan
dapat dibagi atas:
1)
Ragam baku, ragam ini menggunakan kaidah bahasa yang lebih lengkap dibandingkan
dengan ragam tidak baku. Ciri ragam bahasa baku adalah (a) memiliki sifat
kemantapan dinamis artinya konsisten dengan kaidah dan aturan yang tetap, (b)
memiliki sifat kecendekiaan, (3) bahasa baku dapat mengungkapkan
penalaran atau pikiran yang teratur, logis dan masuk akal.
2)
Ragam tidak baku, ragam ini menggunakan bahasa yang tidak konsisten
karena menggunakan kaidah yang sering berubah-ubah.
- Belajar Bahasa
Belajar harus melalui proses
yang relatif terus-menerus dijalani dari berbagai pengalaman. Pengalaman
inilah yang membuahkan hasil yang disebut belajar. Selain itu,
belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Artinya di dalam proses belajar
terdapat berbagai kondisi yang dapat menentukan keberhasilan belajar.
Faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar adalah berbagai
kondisi yang berkaitan dengan proses belajar yakni kondisi eksternal dan
kondisi internal.
Keterampilan yang paling
sederhana adalah:
1)
Tahap pertama adalah keterampilan mekanis berupa hafalan atau ingatan.
2)
Tahap kedua adalah pengetahuan berupa demonstrasi pengetahuan tentang
fakta kaidah tentang bahasa yang dipelajari.
3)
Tahap ketiga adalah keterampilan transfer. Murid menggunakan pengetahuan dalam
situasi baru.
4)
Tahap keempat adalah komunikasi. Penggunaan bahasa yang dipelajari
sebagai sarana komunikasi.
5)
Tahap kriti, kemampuan manganlisis dan mengevaluasi karangan atau karya tulis
maupun lisan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar